Prive Uri-Cran, Senjata Rahasia Hidup Nyaman Bebas Anyang-Anyangan

Adakalanya, kekhawatiran berlebihan membawa kita pada penyiksaan diam-diam.

Ceilaaah, Inun, Inun, mau ngomong apa sih sampai ada penyiksaan diam-diamnya segala.

 

Nyantai di Toilet – source : Pixabay

Aku mau berbagi cerita dulu deh. Entah mulai dari kapan, aku sendiri lupa. Tapi sering kali aku ngerasa punya kekhawatiran saat harus ke toilet umum. Seperti yang diketahui, toilet umum itu kan dimasuki dan dipakai oleh banyak orang. Kadang ada orang yang apik dan bersih, memakai toilet umum dengan wajar atau dibersihkan secara berkala seperti toilet umum di kantor, restoran, mall, atau rumah sakit. Tapi bisa jadi kita menemukan toilet umum yang jorok, kotor, gak dibersihkan secara berkala, atau orang yang meninggalkan ‘sisa-sisa’ di toilet tanpa membersihkannya. Uh, bete sebel banget saya kalau nemu yang beginian. Soalnya aku pasti langsung ngerasa eneg dan mual gitu. Terus berujung memutuskan gak jadi ke toilet dan menahan pipis.

 

Menahan pipis saat perjalanan jauh beberapa kali pernah aku lakukan, apalagi ketika perjalanan darat dengan kendaraan umum seperti bis atau travel. Pernah rasanya aku harus menahan pipis saat perjalanan dari Ciamis menuju Bandung. Gak minum dalam perjalanan kan susah banget. Apalagi kalau travelnya ACnya dingin banget, trus biar kulit gak kering-kering banget kan aku terus minum. Agak susah emang kalau pakai travel dalam perjalanan gini, biasanya sopir sudah punya tempat-tempat langganan dia sendiri untuk berhenti sejenak. Kalau cocok dan ngerasa sreg kita bisa turun, kalau ngga? Ya terpaksa nahan pipis.

Begitu sampai di rumah keesokan harinya, aku kok ngerasa pipis-pipis terus tapi sedikit-sedikit gitu. Cerita ke ibu, beliau bilang aku kena anyang-anyangan dan disuruh minum banyak-banyak sama ibu. Beruntung, gak terlalu lama, setelah itu, rasanya frekuensi dan volume pipis yang kukeluarkan normal lagi. Cukup deh urusan terlalu khawatir sama toilet umum, ujung-ujungnya aku tersiksa sendiri dengan bolak balik ke kamar mandi untuk pipis tapi rasanya gak maksimal gara-gara si anyang-anyangan. Anyang-anyangan ini, menyiksaku…u….u….

Sekarang sih kalau untuk perjalanan darat, aku akan lebih memilih menggunakan transportasi kereta dibanding bis atau travel. Selain karena lebih cepat dan bebas macet, di kereta juga ada toiletnya dan dibersihkan secara berkala. Aku pun gak terlalu khawatir lagi dan gak harus menahan pipis karena kekhawatiranku sendiri.

Kebelet Pipis – Sumber : Pixabay

Sayangnya di Sumatera gak ada kereta dari semua kota. Hahaha. Ketika diajak mudik ke Padang via jalur darat oleh suami lebaran lalu, aku was-was banget dan khawatir lagi. Duh, jangan sampai harus nahan pipis karena gak nemu toilet yang oke, terus aku anyang-anyangan lagi. Kekhawatiranku pun lumayan berkurang karena sepanjang perjalanan banyak juga SPBU yang toiletnya bersih-bersih. Kalaupun aku ingin pipis, biasanya suami kusuruh duluan dan ngecek, airnya oke ga? toiletnya kira-kira bersih ga? Kalau yang untuk laki-laki bersih, biasanya yang perempuan juga dijaga kebersihannya. Ketika gak sreg pun, aku bisa minta suami melipir dulu ke masjid hehehe. Alhamdulillah, urusan buang air kecil lancar saat mudik melewati jalur Lintas Timur Sumatera. Aku pun bebas anyang-anyangan saat itu.

Beberapa waktu lalu, suami mengajakku ke kota Lahat. Kota Lahat ini sekitar 8 jam dari Palembang dan bukan melewati jalur Lintas Timur Sumatera seperti yang pernah kulalui. Kami akan melewati jalur Lintas Tengah Sumatera. Wah, jalur baru lagi dan belum aku kenal. Kekhawatiranku akan ada atau tidaknya SPBU dan toilet yang oke di perjalanan pun muncul lagi. Selain toilet yang kotor, aku punya kekhawatiran akan kran air toilet yang tidak mengalir. Kalau tidak ada air yang mengalir, artinya harus menggunakan air yang ada di bak atau ember yang gak tau udah berapa lama, gak tau juga bersih apa ngga. Parno banget deh aku.

Kekhawatiranku urusan toilet ini rasanya cukup beralasan. Selain kalau toilet kotor jadinya bikin gak nyaman untuk buang air kecil, memilih menahan pipism,Ā dan berujung anyang-anyangan. Air yang kurang bersih pun bisa menjadikan bakteri masuk ke saluran kemih kita dan bisa bikin penyakit. Kalau keduanya dikombinasikan? Wah akan ada penyiksaan yang dialami tubuh deh.

Pake popok aja sih kalau emang khawatir! Oops, itu bukan solusi rasanya untuk kekhawatiranku ini. Bersihin toiletnya dulu? Ya biasa sih siram-siram aja biar ga bau, jadi rasa mual pun hilang. Kalau airnya kotor ya pakai air mineral dalam kemasan yang biasanya juga memang selalu kusediakan dalam mobil untuk mengantisipasi kalau air di toilet kotor.

Walaupun begitu, sebenarnya aku sudah punya rahasia untuk menghindari anyang-anyangan jika terpaksa harus menahan pipis dalam perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan ke Lahat dari Palembang, aku minum Prive Uri-Cran terlebih dahulu. Apa itu? Sini aku jelasin, mulai dari anyang-anyangan ya biar lebih jelas gitu…


Apa itu Anyang-Anyangan?

Anyang-anyangan adalah kondisi ketika hasrat buang air kecil/pipis muncul secara terus menerus. Terkadang volume air seni yang dikeluarkan tak sebanyak biasanya namun frekuensinya menjadi lebih sering dibanding biasanya.

 

Kenapa bisa Anyang-Anyangan?

Anyang-anyangan bisa terjadi karena ada iritasi, rangsangan, tekanan, atau infeksi pada kandung kemih. Sebab umum terjadinya anyang-anyangan adalah menahan keinginan buang air kecil atau kurang minum air. Namun, anyang-anyangan juga bisa terjadi karena kurang menjaga kebersihan, alergi, hamil, menopouse, diabetes, kekurangan hormon estrogen, infeksi bakteri Chlamydia, salah posisi membasuh/cebok, dan banyak sebab lainnya. Berbagai hal ini biasanya membuat bakteri e.Coli menempel pada saluran kemih, yang bukan posisi bakteri e.Coli seharusnya berada.

 

Siapa yang sering kena Anyang-Anyangan?

Anyang-anyangan bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Usia muda maupun tua. Namun, pada umumnya wanita lebih sering terkena anyang-anyangan. Secara statistik, 5 dari 10 wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih dengan gelaja awal anyang-anyangan. Faktor anatomi saluran kemih wanita yang berbeda dari pria membuat wanita lebih dominan mengalami anyang-anyangan. Hal ini karena kuman dan bakteri sangat mudah menjalar dari sumber infeksi (vagina atau dubur), yang biasanya terjadi karena hubungan seksual.

 

Anyang-anyangan APAKAH BERBAHAYA?

Anyang-anyangan bisa menjadi berbahaya jika disertai rasa nyeri saat pipis. Anyang-anyangan dengan rasa nyeri bisa menjadi gejala awal Infeksi Saluran Kemih (ISK). Kalau sudah terkena ISK, bisa jadi tubuh juga menjadi demam dan rasanya itu gak enak banget. Aku pun pernah mengalami hal ini dan sumpah ya, cukup sekali ku tak mau mengulang lagi. Kapok!

 

Eh, coba ceritain dulu tentang ISK…

Demam Akibat ISK – Sumber : Pixabay

Saat terkena ISK sekitar 5 tahun lalu, saya segera ke dokter karena tak tahan dengan demam dan nyeri saat pipis. Air seni pun keruh, rasanya tak sebening biasanya. Ketika dokter meminta cek laboratorium, ketahuan lah kalau air seni saya banyak mengandung kuman dan bakteri, makanya saya terkena ISK. Dokter pun memberikan antibiotik dan akhirnya setelah sehari demam dan nyeri saat pipis pun mulai berkurang dan perlahan hilang.

 

Artinya, obatnya hanya antibiotik?

Bisa jadi tidak. Mungkin karena saat itu demam dan nyeri saat pipis tak kunjung turun. Biasanya, ISK diawali dengan gejala anyang-anyangan.

Obat-obatan agar ISK sembuh – sumber : Pixabay

Nah, anyang-anyangan ini sebenarnya bisa diobati dan bisa pula dicegah. Beberapa cara untuk mencegah anyang-anyangan antara lain :

  • Membersihkan area toilet apabila buang air di toilet umum dan membasuh kemaluan dengan air yang mengalir (bukan air yang sudah terisi dalam ember).
  • Setelah selesai buang air, basuh kemaluan dari depan ke belakang untuk mengurangi penyebaran bakteri dari anus ke vagina dan saluran kencing dan menjaga agar area kemaluan selalu kering.
  • Mengonsumsi air mineral dengan cukup dan menghindari minuman yang berisiko menimbulkan iritasi pada kantung kemih seperti minuman berkafein dan minuman beralkohol. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi susah buang air kecil karena banyak supply cairan masuk ke dalam tubuh dan memicu tubuh untuk mengeluarkannya
  • Membersihkan area kemaluan sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
  • Menghindari pemakaian produk kewanitaan yang bisa memacu alergi seperti sabun area kewanitaan
  • Menghindari menahan buang air kecil karena sebentar saja menahan buang air kecil bisa berefek anyang-anyangan.
  • Tidak buang air kecil sembarangan karena tentu saja tidak terbilas dengan baik.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung anti oksidan, banyak serat, dan dapat mencegah Infeksi Saluran Kemih, seperti buah cranberry.

Sementara itu kalau sudah merasa anyang-anyangan ada baiknya untuk segera mengonsumsi Prive Uri-Cran.

 

Apa itu Prive Uri-Cran?

Prive Uri-Cran adalah ekstrak cranberry yang mampu menyembuhkan dan mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan oleh anyang-anyangan. Cranberry (Vaccinium oxycoccos) yang termasuk golongan tanaman jenis berry. Buah yang banyak ditemui di bagian utara Amerika dan Kanada ini, sejak zaman nenek moyang suku Indian kuno, sudah dipercaya sebagai tanaman obat. Akhir-akhir ini cranberry semakin populer karena khasiatnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah seriawan, dan sebagai antioksidan.

Cranberry – Sumber : Pixabay

Cranberry yang umumnya berwarna merah tua, memiliki kadar vitamin C yang tinggi, kaya serat makanan, mineral, flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, quercetin, memiliki senyawa fitokimia (salah satu sumber anti oksidan polifenol), dan antioksidan proanthocyanidins yang mampu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Antioksidan proanthocyanidins memiliki sifat anti-adhesi dengan menangkap bakteri e.Coli, sehingga bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih dan mencegah bakteri menularkan infeksi.

Kandungan alami cranberry pada Prive Uri-Cran membuatnya efektif untuk mencegah maupun mengobati anyang-anyangan.

 

Bagaimana bentuk Prive Uri-Cran?

 

https://photos.app.goo.gl/syiKKWchxaeheXzN2

Produk Prive Uri-Cran terdiri dari 2 (dua) varian yaitu :

  • Prive Uri-Cran, yaitu kapsul dengan isi per box 30 kapsul yang mengandung 250 mg Ekstrak Cranberry. Harga jual Prive Uri-Cran adalah Rp 114.000,- . Dosis pemakaiannya 1-2 kapsul per hari.
  • Prive Uri-Cran Plus, yaitu powder sachet dengan isi per box 15 sachet yang mengandung 375 mg Ekstrak Cranberry dan komposisi tambahan lainnya. Harga jual Prive Uri-Cran Plus adalah Rp 88.500,- . Dosis pemakaiannya 1-2 sachet per hari.

 

Di mana Prive Uri-Cran bisa dibeli?

Prive Uri-Cran bisa dibeli langsung di apotik seperti Guardian atau bisa juga dibeli online melalui link berikut iniĀ .

 

Kapan Prive Uri-Cran dikonsumsi?

Walaupun Prive Uri-Cran bisa dikonsumsi saat kita mengalami anyang-anyangan. Pepatah mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Prive Uri-Cran bisa dikonsumsi setiap hari sesuai dosis yang dianjurkan sebagai suplemen untuk mencegah anyang-anyangan.

https://photos.app.goo.gl/sByDTAoOcvuFtbrD3

Kenapa memilih Prive Uri-Cran?

 

Setidaknya, hal-hal berikut menjadi alasanku memilih Prive Uri-cran, yaitu :

  • Kandungan Prive Uri-cran berasal dari bahan-bahan alami sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan saya maupun anak saya (karena saya kondisi menyusui).
  • Rasanya segar dan campuran rasa asam dan manis Cranberry membuatnya semakin enak. Cara membuatnya pun mudah dan akan lebih nikmat jika diminum dengan air dingin.

https://photos.app.goo.gl/jPQmNyEORb97ZWaw2

  • Prive Uri-cran aman dikonsumsi karena merupakan suplemen makanan yang bermanfaat untuk mengatasi anyang-anyangan serta menjaga kondisi tubuh karena kandungan yang alami dan berkhasiat dari ekstrak Cranberry yang di dalamnya mengandung Proantocyanidin untuk mencegah dan menangkap bakteri yang menempel pada saluran kemih, dan membuangnya bersama urin.
  • Prive Uri-Cran harganya terjangkau dan merupakan salah satu produk dari perusahaan farmasi besar, Combiphar. Mencari buah cranberry cukup sulit di Indonesia dan tentu saja harganya relatif mahal. Prive Uri-Cran yang memiliki ekstrak cranberry lebih praktis, mudah didapatkan, serta harganya pun terjangkau.

https://photos.app.goo.gl/ipRhmtoDJUedmXj82

Aku sendiri selalu sedia Prive Uri-Cran baik yang kapsul maupun yang sachet di rumah. Mengingat kadang aku suka parno kalau harus ke kamar mandi umum dan juga kadang kalau keasyikan mengerjakan sesuatu suka males gerak ke kamar mandi untuk buang air kecil, maka aku selalu konsumsi Prive Uri-Cran setiap hari.

Kalau ditanya suka yang mana? Aku akan lebih memilih yang sachet. Iya, mudah banget dibuatnya. Cukup mencampurkan 1 sachet Prive Uri-Cran Plus dengan 150 ml air mineral maka akan jadi minuman yang memiliki rasa asam dan manis menyegarkan. Campuran Prive Uri-Cran lebih nikmat jika diminum dengan air mineral yang dingin. Daripada minum minuman lain yang kandungan gulanya tinggi dan malah bikin penyakit, mending minum Prive Uri-Cran deh. Seger dan menyehatkan terus mencegah penyakit pula.

Sebagai wanita yang sering berisiko terkena anyang-anyangan dibanding pria, mencegah akan lebih baik dari pada mengobati. Selalu menjaga kebersihan merupakan hal yang wajib dilakukan. Tak lupa konsumsi Prive Uri-Cran sebagai solusi alami untuk mencegah anyang-anyangan. Hidup nyaman tak perlu khawatir berlebihan akan serangan anyang-anyangan bersama Prive Uri-Cran.

Hidup Nyaman Tanpa Anyang-Anyangan Bersama Uri-Cran

Olah raga di air dan berpergian menjadi kegiatan favorit saya. Berlibur dengan pergi ke laut lepas dan menikmati indahnya kehidupan bawah laut menjadi salah pilihan untuk menggabungkan kesenangan saya sekaligus menjadi pelepas kepenatan di antara aktivitas pekerjaan. Tak disangka, hal yang menjadi kesenangan ternyata membawa sedikit tambahan ‘kepusinganā€™ sesaat setelah liburan selesai. Kali ini permasalahan bukan disebabkan karena uang yang habis pasca liburan atau hati yang sedih karena waktu liburan telah usai, melainkan badan yang mendadak demam disertai rasa ingin buang air kecil (BAK) tak berkesudahan. Duh, kok bisa kena anyang-anyangan level tinggi gini ya?

Island hopping adalah salah satu aktivitas wajib dalam liburan yang sering saya lakukan. Selama hampir sehari penuh, aktivitas yang dilakukan adalah pindah dari satu lokasi ke lokasi lain dan berhenti sejenak untuk snorkeling dan sesekali free diving sambil bercengkrama dengan makhluk di laut lepas dengan menaiki kapal. Di kapal pula saya beristirahat, makan, dan minum. Sayangnya, kadang kala kapal yang digunakan untuk island hopping tidak dilengkapi dengan fasilitas seperti kamar kecil sehingga sangat umum jika selama perjalanan dengan kapal saya harus menahan BAK dan ketika turun ke laut baru saya keluarkan. Dewa laut mungkin marah saya mengotori laut lepas dengan air seni sembarangan. Bagaimana lagi? Setelah snorkeling yang menurut saya adalah olah raga dan cukup melelahkan, saya ingin minum dan makan banyak untuk mengisi tenaga lagi. Padahal metabolisme tubuh pasti bekerja, ketika ada cairan masuk dan diolah, sudah pasti hasil olahan dalam tubuh harus dikeluarkan. Tak ada tempat yang nyaman untuk melegakan hasrat, membuat laut menjadi korban sebagai arena membaurkan cairan dari dalam tubuh dengan volume air tak terbatas di lautan.  Toh air seni memiliki manfaat  dan masih kalah secara jumlah dari air laut, pikir saya.

Menahan BAK sepanjang hari saat island hopping dan baru mengeluarkan ketika di laut secara sembarangan pula ternyata membawa efek yang tidak baik. Sampai penginapan, frekuensi buang air kecil semakin meningkat padahal jumlah air minum yang saya konsumsi tidak banyak lagi, anehnya lagi urin yang keluar juga tidak banyak. Perjalanan kembali ke kota asal dengan travel menambah penderitaan. Saya tidak bisa tidur sepanjang perjalanan karena gelisah anyang-anyangan tak kunjung usai padahal minum air putih sudah banyak dan travel hanya akan berhenti di tempat yang telah ditetapkan atau sesuka hati sopir travelnya saja yang artinya jika saya ingin BAK sementara travel tidak akan berhenti maka saya harus menahannya sepanjang perjalanan.

(pict source : http://www.freepik.com)

Sampai di rumah, bukannya lega, saya malah makin merasa menderita karena demam melanda dan ketika buang air kecil ada rasa nyeri yang menyertai. Air seni yang biasanya jernih berubah menjadi sedikit keruh dan baunya lebih menyengat dari biasanya. Wah, dewa laut sepertinya benar-benar marah kepada saya. Tak tahan dengan kondisi tersebut, saya konsultasi ke dokter dan cukup kaget mendapati kesimpulan bahwa saya terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK). Saya mendapat obat demam dan obat ISK, namun sakit yang saya derita tak kunjung usai. Sampai di hari ketiga saya kembali lagi ke dokter dan akhirnya diberikan anti biotik sebagai obat. Esoknya, hidup saya kembali normal, buang air kecil tak sakit lagi dan frekuensi ke kamar kecil pun tak sesering sebelumnya. Terkena Infeksi Saluran Kemih menjadi pengalaman berharga bagi saya dan berusaha untuk saya hindari lagi karena,terus terang saja, itu sangat menyiksa.

Perempuan dan Infeksi Saluran Kemih

Uricran

Infeksi Saluran Kemih adalah kondisi ketika bakteri dan kuman masuk ke bagian tertentu di Sistem Saluran Kemih yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi Saluran Kemih dapat menyerang siapa saja. Bahkan, bayi pun bisa mengalaminya. Namun, kondisi anatomi tubuh perempuan yang memiliki jarak lebih dekat antara saluran kemih (uretra) ke saluran pembuangan air besar (BAB) menjadikan perempuan lebih rentan mengalami gangguan di seputar saluran kemih. Tak heran, 5 (lima) dari 10 (sepuluh) perempuan pernah mengalami Infeksi Saluran Kemih yang gejala awalnya adalah rasa ingin buang air terus menerus namun sedikit urin yang keluar (anyang-anyangan). Risiko perempuan mengalami ISK bisa terjadi berulang kali bahkan hingga bertahun-tahun dan lebih banyak dari pada laki-laki. Perempuan yang sudah aktif secara seksual akan lebih rentan mengalami ISK apabila tidak menjaga area kewanitaan dengan bersih.

Anyang-anyangan dapat menyerang siapa saja. Sejak kecil, sebenarnya saya sering mengalami anyang-anyangan. Seringnya karena menahan buang air kecil dan cukup dengan minum air yang banyak, anyang-anyangan itu akan hilang. Namun, mengalami anyang-anyangan disertai rasa nyeri merupakan pengalaman baru bagi saya dan ternyata minum air putih saja tidak cukup karena ada sebab lain yang memicu munculnya Infeksi Saluran Kemih atau anyang-anyangan yang disertai nyeri. Penyebab anyang-anyangan disertai nyeri adalah kuman. Kuman muncul karena kurangnya menjaga kebersihan area kemaluan dan organ intim saat buang air. Jika sudah menikah, kuman bisa muncul karena kurangnya menjaga kebersihan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan. Kuman di sekitar area toilet atau di dalam organ intim bisa saja masuk ke dalam saluran kemih. Maka dari itu, menjaga kebersihan organ intim dan area toilet adalah wajib. Selain bakteri dan kuman, ada beragam sebab lain yang dapat memicu anyang-anyangan seperti dehidrasi, kehamilan, diabetes, bakteri (seringnya bakteri Chlamydia dan E-Coli), alergi, penggunaan alat KB, menopause, batu ginjal, atau kondisi uretra yang lebih pendek. Beberapa penyebab sakit saat buang air kecil menjadi pertanda bahwa semua orang dari berbagai jenis kelamin dan usia memiliki resiko terkena sakit saat buang air kecil.

Beberapa kondisi dapat menjadi tanda-tanda terkena Infeksi Saluran Kemih yaitu :

  • Keinginan untuk buang air kecil secara berlebihan
  • Volume buang air kecil menjadi sedikit dengan frekuensi yang lebih tinggi
  • Adanya rasa nyeri dan perih ketika buang air kecil
  • Warna urin menjadi tidak jernih (lebih pekat) dan berbau menyengat
  • Demam yang disertai rasa lelah

Uricran

Mencegah lebih baik mengobati. Kata-kata tersebut tentu sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Ya, pengalaman terkena ISK menjadikan saya lebih berhati-hati dan berusaha mencegah timbulnya serangan itu lagi di dalam kehidupan saya. Pencegahan terhadap ISK dapat dilakukan dengan cara mengatasi anyang-anyangan melalui :

  • Membersihkan area toilet apabila buang air di toilet umum dan membasuh kemaluan dengan air yang mengalir (bukan air yang sudah terisi dalam ember).
  • Setelah selesai buang air, basuh kemaluan dari depan ke belakang untuk mengurangi penyebaran bakteri dari anus ke vagina dan saluran kencing dan menjaga agar area kemaluan selalu kering
  • Mengonsumsi air mineral dengan cukup dan menghindari minuman yang berisiko menimbulkan iritasi pada kantung kemih seperti minuman berkafein dan minuman beralkohol. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi susah buang air kecil karena banyak supply cairan masuk ke dalam tubuh dan memicu tubuh untuk mengeluarkannya
  • Membersihkan area kemaluan sebelum dan sesudah berhubungan seksual
  • Menghindari pemakaian produk kewanitaan yang bisa memacu alergi seperti sabun area kewanitaan
  • Menghindari menahan buang air kecil karena sebentar saja menahan buang air kecil bisa berefek anyang-anyangan.
  • Tidak buang air kecil sembarangan karena tentu saja tidak terbilas dengan baik
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung anti oksidan, banyak serat, dan dapat mencegah Infeksi Saluran Kemih, seperti buah cranberry

Lalu bagaimana jika anyang-anyangan muncul dalam kehidupan kita? Apa yang harus kita lakukan untuk mengobati? Jika anyang-anyangan sudah menyerang seperti yang saya alami setelah liburan di masa lalu, maka hal-hal berikut dapat kita lakukan :

  • Minum air mineral yang banyak, ini berguna agar urin semakin banyak terbuang dan lebih lancar dalam pengeluarannya.
  • Minum Prive Uri-cran yang mengandung ekstrak cranberry yang mampu menyembuhkan dan mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan oleh anyang-anyangan

Uricran

  • Mengonsumsi obat atau ramuan untuk menyembuhkan Infeksi Saluran Kemih baik obat tradisional maupun obat yang dijual di apotik
  • Jika mengonsumsi obat saja tidak berhasil, maka konsumsi anti biotik menjadi salah satu cara agar kuman dan bakteri pemicu dapat langsung dibunuh.
  • Berkonsultasi ke dokter jika kondisi tubuh tak membaik karena mungkin saja ada indikasi serius akibat anyang-anyangan yang mendera

Memilih Uri-Cran sebagai Sahabat Mencegah Anyang-Anyangan

Uricran

Berusaha menjaga kebersihan diri dan lingkungan sudah pasti menjadi upaya dari diri saya dalam mencegah terkena Infeksi Saluran Kemih. Di samping itu, mengonsumsi makanan, minuman, dan suplemen juga coba saya lakukan untuk menghindari serangan anyang-anyangan. Prive Uri-cran menjadi pilihan suplemen yang saya konsumsi. Setidaknya, hal-hal berikut menjadi pertimbangan saya untuk memilih Prive Uri-cran, yaitu :

  1. Kandungan Prive Uri-cran berasal dari bahan-bahan alami sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan saya maupun bayi saya (karena saya kondisi menyusui).
  2. Rasanya segar dan campuran rasa asam dan manis Cranberry membuatnya semakin enak. Cara membuatnya pun mudah dan akan lebih nikmat jika diminum dengan air dingin.
  3. Prive Uri-cran aman dikonsumsi karena merupakan suplemen makanan yang bermanfaat untuk mengatasi anyang-anyangan serta menjaga kondisi tubuh karena kandungan yang alami dan berkhasiat dari ekstrak Cranberry yang di dalamnya mengandung Proantocyanidin untuk mencegah dan menangkap bakteri yang menempel pada saluran kemih, dan membuangnya bersama urin.
  4. Prive Uri-Cran harganya terjangkau dan merupakan salah satu produk dari perusahaan farmasi besar, Combiphar. Mencari buah cranberry cukup sulit di Indonesia dan tentu saja harganya relative mahal. Prive Uri-Cran yang memiliki ekstrak cranberry lebih praktis, mudah didapatkan, serta harganya pun terjangkau.

Produk Uri-Cran terdiri dari 2 (dua) varian yaitu :

  1. Prive Uri-Cran, yaitu kapsul dengan isi per box 30 kapsul yang mengandung 250 mg Ekstrak Cranberry. Harga jual Prive Uri-Cran adalah Rp 48.000,- . Dosis pemakaiannya 1-2 kapsul per hari.
  2. Prive Uri-Cran Plus, yaitu powder sachet dengan isi per box 15 sachet yang mengandung 375 mg Ekstrak Cranberry dan komposisi tambahan lainnya. Harga jual Prive Uri-Cran Plus adalah Rp 90.000,- . Dosis pemakaiannya 1-2 sachet per hari.

Uricran

Saya sendiri lebih menyukai Prive Uri-Cran Plus karena dapat dicampur dengan air dan menjadi minuman yang menyegarkan. Cukup mencampurkan 1 sachet Prive Uri-Cran Plus dengan 150 ml air mineral maka akan jadi minuman yang memiliki rasa asam dan manis menyegarkan. Campuran Prive Uri-Cran lebih nikmat jika diminum dengan air mineral yang dingin.

Rasanya, cukup sekali saja mengalami Infeksi Saluran Kemih, karena sudah pengalaman pertama (dan semoga yang terakhir) sudah menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sekarang, selain berusaha menerapkan pola hidup lebih bersih lagi saya merasa lebih nyaman karena rutin minum Prive Uri-Cran Plus. Hidup lebih nyaman tanpa anyang-anyangan bersama Uri-cran.

Uricran

Sumber Tulisan:

Alodokter

Website Prive Uri-Cran

Pengalaman Pribadi saat mengalami Infeksi Saluran Kemih